MEDIA
PEMBELAJARAN
A. Pengertian Media
1. Secara etimologi, kata “media” merupakan bentuk jamak
dari “medium”, yang berasal dan Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah.
Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai
“antara” atau “sedang” sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu
yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan)
dan penerima pesan.
2.
Arsyad, 2002, Media (bentuk jamak dari
kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius,
yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Oleh karena
itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim
ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau
alat (hardware).
3.
Association of Education and Communication
Technology (AECT) Task
Force,1977:162 ( dalam Latuheru,1988:11), Media adalah segala bentuk dan
saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi.
4.
Blake dan Horalsen dalam Latuheru (1988:11), media
adalah Saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber
(pemberi pesan) dengan penerima pesan.
5.
Degeng (1989:142), media adalah
Komponen
strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada
pembelajar bisa berupa alat, bahan, dan orang.
6.
Djamarah, 2002: 137, Media adalah alat
bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan
pengajaran.
7.
Gagne (1985), yang menyatakan bahwa
media merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsang untuk belajar.
8. Gagne dan
Briggs dalam Arsyad, 2002:4) media adalah Alat yang secara fisik digunakan
untuk menyampaikan isi materi, yang terdiri antara lain buku, tape-recorder,
kaset, video kamera, video recorder, film, slide, foto, gambar, grafik,
televisi, dan komputer.
9.
Gerlach & Ely (1971) mengatakan
bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau sikap.
10.
Heinich, et.al., (1993) memberikan
istilah medium, yang memiliki pengertian yang sejalan dengan batasan di atas
yaitu sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima.
11.
Kemp dan Dayton
(1985:3), mengemukakan bahwa peran media dalam proses komunikasi adalah sebagai
alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan dari pengirim (sander)
kepada penerima pesan atau informasi (receiver).
12.
Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa
media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam
kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi
edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya
guna.
13.
National Education Association (dalam
Sadiman, dkk., 1990), media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik yang tercetak
maupun audio visual beserta peralatannya.
14.
Olson (1974:12), media sebagai teknologi
untuk menyajikan, merekam, membagi, dan mendistribusikan simbol dengan melalui
rancangan indera tertentu, disertai penstrukturan informasi.
15.
Purnamawati dan Eldarni (2001:4) yaitu: “media
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.
16.
Reiser dan Gagne (dalam Criticos, 1996;
Gagne, et al., 1988), yang secara implisit menyatakan bahwa media
adalah segala alat fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi
pengajaran. Dalam pengertian ini, buku/modul, tape recorder, kaset, video
recorder, camera video, televisi, radio, film, slide, foto, gambar, dan
komputer adalah merupakan media pembelajaran.
17.
Robert Heinich
dkk (1985:6) mengemukakan definisi medium sebagai sesuatu yang membawa
informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi.
18.
Sadiman, dkk., 2002:6, Media sebagai segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan pengirim pesan kepada penerima
pesan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta
perhatian siswa sedemikian rupa, sehingga proses belajar mengajar berlangsung
dengan efektif dan efesien sesuai dengan yang diharapkan.
19. Yusufhadi
Miarso, 1994 (dalam Umar Tirtaraharja), media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar.
B. Pengertian Media Pembelajaran
1. Briggs (1977) berpendapat bahwa Media Pembelajaran adalah sarana fisik
untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan
sebagainya.
2. Brown (1973) mengungkapkan bahwa
Media Pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran.
3.
Comissision
on Instructional Technology (1970), media pembelajaran adalah
media yang lahir akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan
pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis
4. National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa Media Pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
4. National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa Media Pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
5. Oemar Hamalik (1980), media
pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih
mengefektifkan komunikasi dan interaksi anatara guru dan sisiwa dalam proses
pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
6. Schramm
(1977) mengemukakan bahwa Media Pembelajaran adalah
teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
C. Manfaat Media Pembelajaran
1.
Memperjelas
penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata0.
2. Membangkitakan
ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang
kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.
3.
Meningkatkan
minat siswa untuk materi pelajaran.
4.
Memberikan
pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk
belajar.
5.
Dapat
mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
6. Menyediakan
pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain
dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam.
7.
Proses
pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
8.
Efisiensi dalam
waktu dan tenaga.
9.
Meningkatkan
kualitas hasil belajar siswa.
10. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di
mana saja dan kapan saja. (NJA)

0 komentar:
Posting Komentar