Kamis, 10 Mei 2012

Media Pembelajaran


MEDIA PEMBELAJARAN
A.  Pengertian Media
1.    Secara etimologi, kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang berasal dan Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang” sehingga pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan.
2.      Arsyad, 2002, Media (bentuk jamak dari kata medium), merupakan kata yang berasal dari bahasa latin medius, yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Oleh karena itu, media dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu bahan (software) dan/atau alat (hardware).
3.      Association of Education and Communication Technology (AECT) Task Force,1977:162 ( dalam Latuheru,1988:11), Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi.
4.      Blake dan Horalsen dalam Latuheru (1988:11), media adalah Saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan.
5.      Degeng (1989:142), media adalah Komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada pembelajar bisa berupa alat, bahan, dan orang.
6.      Djamarah, 2002: 137, Media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.
7.      Gagne (1985), yang menyatakan bahwa media merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar.
8.      Gagne dan Briggs dalam Arsyad, 2002:4) media adalah Alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi, yang terdiri antara lain buku, tape-recorder, kaset, video kamera, video recorder, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer.
9.      Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.
10.  Heinich, et.al., (1993) memberikan istilah medium, yang memiliki pengertian yang sejalan dengan batasan di atas yaitu sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima.
11.  Kemp dan Dayton (1985:3), mengemukakan bahwa peran media dalam proses komunikasi adalah sebagai alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan dari pengirim (sander) kepada penerima pesan atau informasi (receiver).
12.  Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.
13.  National Education Association (dalam Sadiman, dkk., 1990), media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik yang tercetak maupun audio visual beserta peralatannya.
14.  Olson (1974:12), media sebagai teknologi untuk menyajikan, merekam, membagi, dan mendistribusikan simbol dengan melalui rancangan indera tertentu, disertai penstrukturan informasi.
15.  Purnamawati dan Eldarni (2001:4) yaitu: “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.
16.  Reiser dan Gagne (dalam Criticos, 1996; Gagne, et al., 1988), yang secara implisit menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. Dalam pengertian ini, buku/modul, tape recorder, kaset, video recorder, camera video, televisi, radio, film, slide, foto, gambar, dan komputer adalah merupakan media pembelajaran.
17.  Robert Heinich dkk (1985:6) mengemukakan definisi medium sebagai sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi.
18.  Sadiman, dkk., 2002:6, Media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan pengirim pesan kepada penerima pesan, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa, sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif dan efesien sesuai dengan yang diharapkan.
19.  Yusufhadi Miarso, 1994 (dalam Umar Tirtaraharja), media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar.
B.  Pengertian Media Pembelajaran
     1.      Briggs (1977) berpendapat bahwa Media Pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.
    2.      Brown (1973) mengungkapkan bahwa  Media Pembelajaran  yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran.
     3.      Comissision on Instructional Technology (1970), media pembelajaran adalah media yang lahir akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis
      4.      National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa Media Pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
      5.      Oemar Hamalik (1980), media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi anatara guru dan sisiwa dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
     6.      Schramm (1977) mengemukakan bahwa Media Pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. 
C.  Manfaat Media Pembelajaran
1.      Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata0.
2.  Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya.
3.      Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
4.      Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
5.      Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan.
6.     Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam.
7.      Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
8.      Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
9.      Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
10.  Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. (NJA)


0 komentar:

Posting Komentar